Tampilkan postingan dengan label teori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teori. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

Sebuah pengantar tentang ekologi (pandangan pribadi)

Secara harfiah, ekologi adalah interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Disini penting digaris bawahi kata “interaksi” yang diartikan sebagai hubungan timbal balik. Konteksnya adalah sama-sama menguntungkan. Jika salah satunya, baik makhluk hidup ataupun lingkungan ada yang rugi, maka dikatakan tidak ekologis. Dihubungkan dalam konteks arsitektur, jika karya arsitektur merugikan salah satu pihak, maka arsitektur dikatakan gagal.

Kamis, 19 Januari 2012

Sosial dan Budaya dalam Arsitektur dan Urban Design

Tulisan ini saya tulis sebagai ringkasan kuliah tamu yang diberikan Prof. Gunawan Tjahjono pada tanggal 5 oktober 2011 di universitas syiah kuala. Jika hasil kuliah ini ditulis oleh seseorang yang paham dan benar-benar mengerti tentang apa yang disampaikan saya yakin bahwa apa yang disampaaikan prof. Gunawan Tjahjono dalam durasi 3 jam ini melingkupi isi buku yang jika ditulis akan lebih dari 400 halaman. Karena apa yang disampaikan Prof. Gunawan Tjahdjono sangat luas dan beragam, mulai dari nilai-teori-arsitektur-asal mula arsitektur-tema-sampai ke simtem pendidikan studio di arsitektur Universitas Indonesia saat ini. Sayangnya simpulan yang dapat saya pahami begitu dangkal, karena dalamnya apa yang disampaikan, hanya sedikit yang membekas dimemori saya, dan jujur saja dengan minimnya wawasan dan pengetahuan yang saya miliki saat ini, saya belum mampu menangkap sebagian besar isi kuliah ini, dan samapi saat ini saya masih bertanya-tanya dan terus menggantung dipikran saya. sehingga saya hanya mampu menuliskannya dalam sangat sedikit halaman yang  pastinya tidak cukup meringkas dan menjelaskan semua yang telah disampaikan Prof. Gunawan Tjahjono.

Jumat, 19 Agustus 2011

Kerumitan Arsitektur


Mempelajari arsitektur memanglah mudah,,mewujudkannya itu juga mudah,,menilainya adalah susah, ada banyak perkara,, menerima atau diterima itu adalah problema,,problema dari ragam persepsi, menyamakan persepsi itu adalah puncak kerumitan arsitektur,,jika ragam persepsi telah disatukan dalam sebuah objek arsitektur, maka hilanglah semua perkara dalam arsitektur..
Hilangnya perkara berarti hilangnya ragam persepsi, ragam persepsi timbul dari misteri, hilangnya misteri menghilangkan tanda tanya, tanda tanya adalah interaksi dari ketertarikan, keingintahuan yang timbul dari apa yang menarik,,
Jika semua persepsi telah sama, maka tiada tanda tanya, tiada yang membuat menarik,,Biarlah arsitektur tetap benaung dibawah misteri, misteri yang mengundang tanda tanya, dengan begitu dia tetap menarik,,dengan begitu, kerumitan dalam arsitektur adalah mudah.
Istiqamah,
24 september 2010